Rabu, 14 Januari 2015

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat


 
Dalam kehidupan masyarakat tentu kita sering sekali menjumpai adanya perbedaan kepentingan baik kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Hal ini disebebabkan adanya perbedaan tujuan pada masing-masing individu satu sama lain.
Saat suatu lingkungan dimana norma-norma/tata hukum dalam kondisi goyah, dapat merangsang munculnya prasangka dan diskriminasi. Prasangka bersumber dari suatu sikap, sedangkan diskriminasi berunjuk kepada suatu tindakan. Salah satu contoh prasangka diskriminasi yang sering kita jumpai adalah diskriminasi ras.
Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap niai-nilai dan norma-norma kebudayaan sendiri sebagai suatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakan dengan budaya lain.
Dalam kehidupan bermasyarkat, sering kita jumpai juga adanya pertentangan dan ketegangan di masyarakat. Tidak hanya antar individu, bahkan antara suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lain pun juga sering mengalami pertentangan. Bahkan suatu pertentangan dapat menjadi suatu ketegangan jika permasalahan tersebut sudah mencapai titik puncak nya.

Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.
Integrasi Sosial adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
·         Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka
·         Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman
·         Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten
Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah (Mahfud MD, 1993: 71).
·         Integrasi tidak sama dengan pembauran atau asimilasi.
·         Integrasi diartikan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial.
·         Pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi.
·         Integrasi kebudayaan berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka, yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis).
·         Melalui difusi (penyebaran), di mana-mana unsur kebudayaan baru diserap ke dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur kebudayaan tradisional tertentu.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar