Jumat, 13 November 2015

Kepemimpinan

A. PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau pemberian teladan pemimpin terhadap yang dipimpin atau pengikutnya dalam rangka mencapai suatu tujuan organisasi. 

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

B. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:

1.Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2.Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme 
berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3.Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4.Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5.Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.


Kamis, 12 November 2015

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif. Untuk dapat mengambil keputusan dengan baik, ada rangkaian proses pengambilan keputusan yang harus dilakukan. Berikut adalah langkah yang bijaksana untuk dilakukan sebelum mengambil keputusan berdasarkan pada konsep pengambilan keputusan itu sendiri (Gunadarma, 2009).

Dasar Pengambilan Keputusan

Intuisi
Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan  yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif.  Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif  kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.

Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.

Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik),  tetapi  dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan.

Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

Rasional
Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan keputusan secara rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:
  • Kejelasan masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
  • Orientasi tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
  • Pengetahuan alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
  • Preferensi yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
  • Hasil maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.
Jenis – Jenis Keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
  • Keputusan Rutin :Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
  • Keputusan tidak Rutin : Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
POSISI/KEDUDUKAN
          Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal berikut:
  • ·         Letak posisi :dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker),penentu    keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
  •          Tingkatan posisi :dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.
MASALAH

Masalah atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

SITUASI

Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat. Faktor-faktor itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut:
·         Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
·         Faktor-faktor yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.

KONDISI

Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.


Implikasi Manajerial

Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
  1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
  2. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi 

manajerial yang baik.






Kamis, 22 Oktober 2015

Pengertian, Arti, Jenis dan Proses Komunikasi

     
A. Pengertian Komunikasi 
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

B. Arti Komunikasi
Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi itu sangat berperan penting dan memiliki peran tersendiri. Dalam kehidupan kita butuh yang namanya komunikasi baik antar individu, individu dengan kelompok ataupun kelompok dengan kelompok. Mungkin, yang membedakan nya adalah cara setiap individu berkomunikasi satu sama lain. Misalnya cara berkomunikasi dengan teman sebaya dan cara berkomunikasi dengan orang yang lebih tua harus disesuaikan agar tidak terjadi miss komunikasi karena cara berkomunikasi yang salah. 

C. Jenis Komunikasi

    Berikut beberapa penjelasan tentang jenis-jenis komunikasi

1.Komunikasi intrapribadi



Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir.

Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).


Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)

Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya (Sunarto, 2003, p. 13).


Klasifikasi Komunikasi Interpersonal

Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.

  • Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
  • Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
  • Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
  • Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.
2. Komunikasi antarpribadi

Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, misalnya suami-istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara langsung dan simultan. penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek. 

Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif .

Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini 

Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).

3. Komunikasi kelompok (kecil)

Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok.

4. Komunikasi publik

Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di tempat umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan peristiwa yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melakukan fungsi-fungsi tertentu.


5. Komunikasi organisasi

Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan.


6. Komunikasi massa

Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas.

D.  Proses Komunikasi
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut
   1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
     2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melaluitelepon, surat, e-mail, atau media lainnya.

Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
      1. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.
     2. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim


Tidak sedikit kita menjumpai kasus-kasus yang berkaitan dengan komunikasi, tidak hanya di dalam lingkungan keluarga, bahkan bisa dimana saja, seperti di perusahaan, tempat pendidikan, di suatu organisasi bahkan di dalam kehidupan bermasyarakat lainnya.

Misalnya kasus komunikasi pada angkutan umum yang sudah tidak menerapkan sistem setoran (bayar per KM). Seorang CEO di PT Tersebut mengatakan bahwa bus-bus yang baru dibeli melalui e-catalouge akan beroperasi pada pertengahan Juli kemarin. Tetapi kenyataan di lapangan sangatlah berbeda, dimana bus-bus tersebut masih belum beroperasi sepenuhnya, melainkan hanya beberapa unit saja. Hal ini tentu saja membuat masyarakat yang menerima informasi tersebut kecewa dikarenakan informasi yang disampaikan tidak sama dengan realita di lapangan. Perlu diketahui Informasi tersebut diberikan melalui akun resmi dari CEO tersebut dan dilihat oleh banyak followers twitter. Ini merupakan salah satu kasus komunikasi dimana seorang Pemberi Informasi tidak memberikan informasi sesuai dengan kondisi di lapangan yang telah diterima oleh para penerima informasi yang diterima atau diperoleh dari akun media sosial.


Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi

Sabtu, 18 Juli 2015

TransJakarta Terbakar, Siapa lagi yang harus disalahkan?

": 07.20 Bus TransJ TJ 0182 terbakar di Jl Gatot Subroto mengarah Semanggi. ")

Jakarta, ibukota dari negara Indonesia ini mempunyai banyak sekali problematika, baik dari pagi hari hingga malam hari ada saja problematika yang terjadi di ibukota ini. Salah satunya pada angkutan umum yang melambangkan ciri khas kota Jakarta, yaitu TransJakarta. 

Akhir-akhir ini angkutan ini sering mengalami permasalahan, mulai dari permasalahan yang sepele hingga permasalahan yang serius. Mulai dari bus yang mogok, kecelakaan hingga kebakaran bus. Kali ini saya akan membahas tentang bus Transjakarta yang terbakar.

Seperti pada foto diatas terlihat bus transjakarta yang terbakar di pagi hari. Banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran tersebut terjadi, diantara nya faktor kelistrikan pada mesin, mesin yang terlalu panas, tabung gas bocor, atau masih ada penyebab lainnya. Kebakaran pada bus transjakarta tidak hanya pada tahun ini saja. Pada tahun-tahun sebelumnya pun juga pernah terbakar bus transjakarta yang dioperatori oleh PT JET di Koridor 1. Banyak yang menduga bus yang terbakar pada akhir-akhir ini adalah bus yang berasal dari Tiongkok yang menurut masyarakat memiliki kualitas yang terbilang tidak layak. Akan tetapi, kebakaran bus pada koridor 1 tersebut yang dioperatori oleh PT JET, bus yang terbakar tersebut merupakan bus Mercedes-Benz dari Jerman dan bus Hino dari Jepang. Bayangkan, bus buatan Jerman yang terkenal kualitas internasional saja bisa kebakar. Ini membuktikan bahwa sebuah merk bus dapat terjadi musibah kapan saja dan dimana saja walaupun bus bermerk sekalipun.

Sumber : Google Image

Di gambar tersebut adalah penampakan TransJakarta yang terbakar pada rute Koridor1 dengan bus bus Hino buatan Jepang karoseri dalam negeri dan ada 1 peristiwa bus yang terbakar di blok M dengan bus bermesin Mercedes-Benz , sayangnya gambar tidak didapatkan karena berita tersebut sudah lama terjadi


Ingat yang ini? Bus Yutong yang terbakar di halte Al Azhar Jakarta Selatan saat sedang menaik-turun penumpang. Bus ini termasuk bus yang diimpor dari tiongkok dan dirakit di salah satu karoseri lokal di Jawa Tengah.


Kalo yang ini pasti masih inget dong hehe. Bus LRN-045 yang terbakar di halte Salemba UI beberapa waktu yang lalu. Bus ini memakai chasis bermerk Komodo (buatan Indonesia. gapercaya? cek http://arifh.blogdetik.com/komodo-bus-tempel-pertama-buatan-indonesia/ )


Kalau ini baru saja terjadi pada Siang hari ini. Bus Transjakarta yang dioperatori oleh perum Damri terbakar di Halte Stasiun Jatinegara. Bus ini bermerk inobus buatan PT INKA (gapercaya? cek http://www.inka.co.id/?page_id=46 )

Itulah beberpa kasus bus Transjakarta yang terbakar di berbagai tempat di Jakarta dan tentu saja dengan mesin bus yang berbeda satu sama lain. Lalu, siapakah yang berhak disalahkan atas peristiwa ini?

Terkait dengan hal ini, pihak-pihak yang terkait saling melempar tuduhan satu sama lain. Tidak ada yang mau disalahkan atas peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik pihak operator maupun pihak transjakarta sendiri. Lebih parahnya lagi, fenomena ini tak pernah dilaporkan ke Kepolisian ! (Baca : 

Pemprov DKI Tak Pernah Lapor Penyebab Kebakaran Transjakarta ke Polisi )

Kalau dilihat dari artikel tersebut, kesimpulan sementara yang bisa diperoleh yaitu pihak transjakarta mau menyelesaikan permasalahan tersebut secara internal. Tetapi bisa jadi hal ini bertujuan untuk menyembunyikan "sesuatu" dari liputan media atau publik. Jika ada kasus Transjakarta yang kecelakaan seperti menabrak pemotor/kendaraan lain pengemudi langsung diamankan polisi. Lalu mengapa kasus seperti ini tidak dilibatkan Kepolisian untuk mencari penyelesaian nya?

Banyak juga masyarakat yang menilai bahwa yang terbakar adalah bus dari Tiongkok. Bukan hanya masyarakat, media pun juga salah persepsi tentang bus yang terbakar tersebut. Dikit-dikit keluar kalimat "Pasti Bus Cina yang Kebakar". Eits jangan asal tuduh. Transjakarta saat ini banyak memiliki bus dari berbagai merek. Saya sebutkan : ZhongTong, Ankai, Yutong, Daewoo, Komodo, HuangHai, Hino, Inobus, Mercedes-Benz, Scania. Merk yang berasal dari Eropa hanya Mercedes-Benz dan Scania, dan Merk rakitan dalam negeri adalah Komodo dan Inobus. Hino adalah merk dari Jepang. Jadi, lihat lah merk bus yang mengalami insiden baru berkomentar, jangan menjudge bus yang terbakar hanya bus yang dari Tiongkok !

Terus, siapa yang disalahkan? Nah ini adalah pertanyaan yang jawaban nya masih belum didapatkan. Sebenarnya sih sudah bisa ditebak, cuma terkadang kita orang awam dikambinghitamkan oleh Media Cetak/Televisi dan Media Sosial ! Belakangan ini pihak Transjakarta meminta tanggung jawab kepada operator dan kepada APM (Agen Pemegang Merk). Kalau untuk bus yang dikelola operator sih tidak masalah, bagaimana kalau dikelola oleh Transjakarta nya sendiri? Itu yang menjadi pertanyaan besar masyarakat kepada pihak Transjakarta.

Sebelumnya kita lihat cara membedakan bus mama yang dikelola operator dan dikelola oleh transjakarta langsung.

Lihat yang dilingkaran merah? Ya. Itu kode pada bus Transjakarta. Tertera di bus tersebut kode TJ-0187 yang artinya TJ : dikelola langsung PT TransJakarta dan 0187 : bus ke 187 yang dimiliki PT Transjakarta. Mengapa ditempel seperti ini? Agar jika ada sesuatu musibah/kecelakaan bisa lihat kode bus tersebut. Kode bus lainnya ( TB=TransBatavia, JTM=Jakarta Trans Metropolitan, JMT=Jakarta Mega Trans, PP=Primajasa , BMP = Bianglala Metropolitan, TMB=TransMayapada Bus, DMR = Perum Damri)

Jika terjadi kecelakaan, bisa lihat kode bus agar tahu siapa pengelola bus tersebut dan laporkan kepada pihak terkait. Balik lagi, belakangan ini saat ada bus berkode TJ yang terbakar (dikelola langsung Transjakarta) selalu minta tanggung jawab kepada APM. Dan beberapa hari terakhir saya melihat artikel tentang salah satu pihak APM yang membongkar apa yang sebenarnya terjadi. (Baca: 

Zhongtong Buka-bukaan Penyebab Busnya Terbakar)

Kesimpulan sementara dari artikel yang saya baca tersebut bahwa ternyata dari Pihak TransJakarta memang agak malas merawat bus tersebut. Dirawatnya setelah mogok/terjadi insiden lainnya. Banyak saja alasan yang dikeluarkan dari pihak Transjakarta, seperti "ini masih periode garansi". Nggak ada salahnya sih, tapi yang menggunakan kan orang transjakarta nya juga, walaupun masih garansi emangnya nggak bisa diservis secara berkala? Nunggu musibah dateng dulu baru dibawa ke APM nya? Inilah yang menjadi penyakit di dalam pihak transjakarta yang sekira nya perlu dibenahi, nggak usah nyalah-nyalahin pihak lain. Introspeksi dari internal manajemen nya dulu, apakah ada kesalahan saat cek ringan bus-bus yang hendak beroperasi atau tidak, sekiranya tidak ada kesalah di internal baru bertanya ke pihak lain yang terkait dan ditindaklanjuti. 

Sekian, maaf jika terlalu berbelit-belit :)

Sumber : Google Image, Akun Twitter @NaikUmum, @infobusway, @PrimajasaBusway , http://arifh.blogdetik.com/komodo-bus-tempel-pertama-buatan-indonesia/ , http://www.inka.co.id/?page_id=46 

Minggu, 05 Juli 2015

Manusia dan Harapan

Harapan  berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan  berarti sesuatu yang diinginkan  dapat terjadi, Dengan demikian  harapan menyangkut masa  depan.
Contoh:
  • Anggra seorang  mahasiswa  STMIK  Gunadarrna,  ia rajin belajar  dengan  harapan  didalam ujian  semester  mendapatkan   angka  yang baik
  •  Dewi  seorang  wiraswasta  yang rajin.  Sejak mulai  menggarap  usahanya  ia mempunyai harapan  usahanya  menjadi  besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan,karena itu berusaha  bersungguh-sungguh   dengan  usahanya.

            Dari  kedua  contoh  itu terlihat,  apa yang diharapkan  Anggra  dan  Dewi  ialah  teljadinya buah  keinginan.  karena  itu mereka  bekerja  keras.  Anggra  belajar  tanpa  mengenal  waktu  dan Dewi bekerja tanpa mengenal lelah.   Semuanya itu dengan suatu keyakinan  demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan  harapan  itu harus disertai  dengan  usaha  yang sesuai  dengan   apa  yang  diharapkan. Bila dibandingkan   dengan  cita-cita   , maka  harapan mengandung  pengertian  tidak  terlalu muluk: sedangkan eita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.  Antar  harapan  dan  cita-cita  terdapat  persamaam  yaitu  :
  • keduanya  menyangkut  masa  depan  karena  belurn terwujud
  • pada  urnurnnya  dengan  cita-cita  maupun  harapan  orang  menginginkan   hal  yang  lebih baik  atau meningkat.
Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

Menurut  kodratnya  manusia  itu adalah mahluk  sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup. yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya.  Tidak  ada  satu  manusiapun   yang  luput  dari  pergaulan  hidup.  Ditengah-tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun  mental! spiritualnya.  Ada dua hal yang mendorong  orang hidup bergaul dengan  manusia  lain. yakni dorongan  kodrat  dan dorongan  kebutuhan  hidup.

Doa

Doa adalah suatu permohonan yang diucapkan kepada Tuhan. Umumnya, doa diucapkan saat ibadah berlangsung. Setiap individu memliki kebutuhan yang berbeda-beda dan cara berdoa yang berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. 


Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya. Artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar ia tidak percaya pada diri sendiri saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya. Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari ajaran Al-Quran.
Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku,ucapan,perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak mcnyimpang dan kebenaran.Manusia sadar, bahwa ketidakbenaran dalam bertindak , berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, “sekali lancung ke ujian, selama hidup orang tak percaya”, karena itu, wajadah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.
Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan  kunci kebahagiaan  manusia. Itulah   sebabnya manusia selalu berusaha mencari  mempertahankan, mernperjuangkan kebenaran. Dr.Yuyun  Suriasumantri  dalam bukunya  “filsafat  IImu, sebuah pengantar  Populer  ada tiga teori  kebenaran  sebagai  berikut  :
  1. Teori  koherensi  atau konsistensi
  2. Teori  korespondensi
  3. Teori  pragrnatis

Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya

Dasar kepercayaan  adalah kebenaran. Sumber kebenaran  adalah manusia. Kepercayaan itu dapat  dibedakan  atas  :
  1. Kepercayaan pada diri sendiri
  2. Kepercayaan  kepada  orang lain
  3. Kepercayaan kepada pemerintah
  4. Kepercayaan kepada Tuhan

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan  rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha  itu  bergantung   kepada  pribadi  kondisi, situasi, dan  lingkungan. Usaha itu antara lain :
  1. Meningkatkan   ketaqwaan  kita dengan jalan  meningkatkan   ibadah
  2. Meningkatkan   pengabdian  kita kepada  masyarakat
  3. Meningkatkan   kecintaan   kita  kepada  sesama  manusia  dengan  jalan   suka  menolong. dermawan,  dan  sebagainya
  4. Mengurangi  nafsu  mengumpulkan harta  yang berlebihan
  5. Menekan  perasaan  negatif  seperti  iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
            https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/13/manusia-dan-harapan/ 

Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang artinya tedak tentram hatinya,tidak tenang, khawatir, cemas. Kegelisahan merupakan salah satu ekspersi dari kecemasan, karena itu dalam kehidupan sehari-hari kegelisahan dapat diartikan dengan kecemasan, kekhawatiran atau ketakutan pada suatu hal teretntu.

Menurut Sigmund Freud, ada 3 macam kecemasan yang menimpa manusia diantaranya 
  1. Kecemasan Kenyataan
  2. Kecemasan Neorotik
  3. Kecemasan Moril
Jika kita menganalisa mengapa seseorang merasa gelisah, maka penyebab suatu orang tersebut dikatakan sedang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-hak nya yang diakibatkan dari suatu ancaman,baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Contohnya jika terjadi suatu bencana di lingkungan nya, maka ia khawatir kehilangan hak-hak nya seperti hak hidup, hak memiliki tempat tinggal, dll.

Dalam mengatasi masalah kegelisahan, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya harus dimulai dari diri sendiri, yaitu harus memiliki pola pikir yang tenang dalam mengatasi suatu permasalahan agar kesulitan tersebut dapat teratasi dengan baik, misalnya saja memiliki permasalahan tentang pekerjaan yang sedang dikerjakan, dengan berpikir tenang tentu kita dapat membuat keputusan bagaimana pekerjaan tersebut dapat teratasi dengan baik. Selain itu, untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh adalah dengan memasrahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita pasrahkan nasib kita, kita pasrahkan perbuatan yang telah kita lakukan agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Keterasingan

Keterasingan  berasal  dari kata terasing. dan kata itu adalah dari kata dasar  asing. Kata asing  berarti  sendiri,  tidak  dikenal  orang.  sehingga  kata  terasing  berarti,  tersisihkan   dari pergaulan,  terpisahkan  dari  yang  lain.  atau terpencil.  Jadi kata  keterasingan   berarti  hal-hal yang  berkenaan  dengan  tersisihkan  dari pergaulan,terpencil  atau terpisah  dari  yang  lain.
Terasing  atau  keterasingan   adalah  bagian  hidup  manusia.  Sebentar  atau  lama  orang pemah   mengalami   hidup  dalarn  keterasingan,  sudah  tentu  dengan  sebab  dan  kadar  yang berbeda  satu  sarna lain.
Kesepian
Kesepian  berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga  kata kesepian berarti merasa  sunyi atau lengang. tidak berteman. Setiap orang pemah  mengalami  kesepian, karena  kesepian  bagian  hidup  manusia,  lama  rasa sepi itu bergantung  kepada  mental  orang dan  kasus  penyebabnya. Bermacam-macam  penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan  kesepian. Dalam  hal seperti  itu orang  tidak mau diganggu,  ia lebih senang  dalam  keadaan  sepi, tidak suka  bergaul,  dan  sebagainya.  la lebih  senang  hidup  sendiri.
Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.  Ketidak  pastian  artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yangjelas.  ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian  disebabkan  oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Beberapa sebab orang tak dapat berfikir secara pasti ialah:
  1. Obsesi
  2. Phobia
  3. Kompulasi
  4. Histeria
  5. Delusi
  6. Halusinasi
  7. Keadaan emosi

Usaha-usaha mengatasi ketidakpastian
Orang  yang  tidak  dapat  berpikir  dengan  baik, atau kacau  pikirannya ada bermacam-macam   penyebabnya.Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah  diketahui, kemungkinan  juga  tidak  dapat sembuh.  Bila hal itu terjadi, maka jalan  yang paling baik bagi penderita  ialah diajak atau pergi sendiri  ke psikolog. Bila penyebabnya  itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan  dengan orang  yang dirindukan.  Phobia  atau jenis  takut bisa dilatih dari sedikit,  sehingga  tidak takut lagi.  Orang takut ular, takut ulat yang berbulu, dapat disembuhkan  karena dibiasakan  dengan benda-benda tersebut. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya,    tetapi  mungkin  tidak.  Andai kata  mereka  sadar,  kesembuhan  itu adalah karena  pengalaman. Jadi  yang menyembuhkan masyarakat sekitamya dan dirinya sendiri.
Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
            
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/09/manusia-dan-kegelisahan/ 

Minggu, 10 Mei 2015

Manusia dan Tanggung Jawab

A.  PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
            Tanggung  jawab  menurut  kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung,memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya  yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tangung  jawab juga  berarti berbuat  sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

          Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab   karena  ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa  pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untukmemperoleh atau meningkatkan  kesadaran  bertanggung  jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
a.    Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Contoh: Bertanggung Jawab atas apa yang telah diperbuat oleh individu
b.    Tanggung jawab terhadap keluarga
Contoh  : Tanggung jawab seorang ayah menghidupi keluarganya
c.    Tanggung  jawab terhadap Masyarakat
Contoh: Tanggung jawab sikap individu kepada lingkungan masyarakat sekitar
d.    Tanggung jawab  kepada  Bangsa / Negara
Contoh: Tanggung jawab individu dalam kehidupan bernegara
e.    Tanggung jawab terhadap Tuhan
Contoh : Tanggung jawab perbuatan individu jika meninggalkan perintah Tuhan

C.   PENGABDIAN  DAN PENGORBANAN
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan  kesetiaan,  cinta, kasih sayang, hormat,  atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan  ikhlas.

Macam-macam pengabdian dapat dibagi menjadi 2, yaitu
a.    Pengabdian kepada Tuhan (Agama)
b.    Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara

Pengorbanan  berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian.  Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Perbedaan antara pengertian pcngabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian  tentu ada pengorbanan.  Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi  untuk kala pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.

            Pengorbanan  merupakan  akibat dan pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran,  perasaan,  bahkan  dapat juga  berupa jiwanya.  Pengorbanan  diserahkan  secara  ikhlas tanpa  pamrih,  tanpa  ada perjanjian,  tanpa  ada transaksi,  kapan  saja diperlukan.

Sumber