Seperti
yang kita ketahui, agama adalah suatu ajaran yang bukan berasal dari manusia,
bukan dari hasil hipotesis pemikiran-pemikiran manusia, melainkan ajaran yang
langsung berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang bertujuan untuk mengatur
kehidupan manusia agar menjadi seorang yang baik. Dari dulu hingga sekarang, banyak sekali
agama-agama yang pernah dianut oleh penduduk dunia, bahkan ada ajaran agama
yang sudah lama ada dan masih dianut oleh penduduk masa kini.
Kini
yang akan dibahas bukan tentang masing-masing agama tersebut, melainkan
hubungan antara Agama dan Masyarakat, terutama di negara Indonesia
A. Fungsi Agama
Fungsi
Agama dalam pengukuhan nilai-nilai, nilai-nilai tersebut memiliki sumber acuan
yang bersifat sakral dan norma-norma nya pun dikukuhkan dengan sanksi yang
sakral pula.
Fungsi agama di budang sosial, merupakan
fungsi penentu dimana suatu agama menciptakan suatu ikatan bersama baik di
antara anggota-anggota masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang mampu
membantu mempersatukan mereka.
Fungsi agama sebagai sosialisasi
individu, dimana saat ia tumbuh menjadi pribadi yang dewasa memerlukan suatu
sistem nilai sebagai tuntutan umum (arahan) aktivitasnya di dalam kehidupan
bermasyarakat.
Menurut
Roland Robertson (1984) dimensi komitmen agama diklarifikasikan berupa :
·
Dimensi Keyakinan
·
Praktek
·
Dimensi Pengalaman
·
Dimensi Pengetahuan
·
Dimensi Konsekuensi
B. Pelembagaan Agama
Seperti
yang dijelaskan oleh Elizabeth K. Nottingham (1954), kaitan agama dengan
masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, diantaranya :
·
Masyarakat yang terbelakang dan Nilai-nilai
sakral
·
Masyarakat Praindustri yang sedang berkembang
Lembaga
keagamaan awalnya bermula dari adanya fungsi deferensiasi internal dan
stratifikasi yang ditimbulkan oleh
perkembangna agama, maka muncullah organisasi keagamaan yang terlembaga dan
mempunyai fungsi untuk mengelola masalah keagamaan.
C. Agama, Konflik dan Masyarakat
Dalam
kehidupan bermasyarakat, sering kali terkjadi adanya konflik pada masyarakat,
terutama dalam hal keagamaan. Hal ini biasa terjadi karena adanya perbedaan
pendapat antara individu dengan individu lain bahkan perbedaan antara kelompok
dengan kelompok lain. Contoh konflik yang dapat kita temui di kehidupan
bermasyarakat yaitu adanya perbedaan mulainya tanggal 1 Ramadhan. Biasanya ini
terjadi karena adanya perbedaan cara untuk menentukan masuknya tanggal
1Ramaddan di berbagai tempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar