
"@TMCPoldaMetro: 07.20 Bus TransJ TJ 0182 terbakar di Jl Gatot Subroto mengarah Semanggi. ")
Jakarta, ibukota dari negara Indonesia ini mempunyai banyak sekali problematika, baik dari pagi hari hingga malam hari ada saja problematika yang terjadi di ibukota ini. Salah satunya pada angkutan umum yang melambangkan ciri khas kota Jakarta, yaitu TransJakarta.
Akhir-akhir ini angkutan ini sering mengalami permasalahan, mulai dari permasalahan yang sepele hingga permasalahan yang serius. Mulai dari bus yang mogok, kecelakaan hingga kebakaran bus. Kali ini saya akan membahas tentang bus Transjakarta yang terbakar.
Seperti pada foto diatas terlihat bus transjakarta yang terbakar di pagi hari. Banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran tersebut terjadi, diantara nya faktor kelistrikan pada mesin, mesin yang terlalu panas, tabung gas bocor, atau masih ada penyebab lainnya. Kebakaran pada bus transjakarta tidak hanya pada tahun ini saja. Pada tahun-tahun sebelumnya pun juga pernah terbakar bus transjakarta yang dioperatori oleh PT JET di Koridor 1. Banyak yang menduga bus yang terbakar pada akhir-akhir ini adalah bus yang berasal dari Tiongkok yang menurut masyarakat memiliki kualitas yang terbilang tidak layak. Akan tetapi, kebakaran bus pada koridor 1 tersebut yang dioperatori oleh PT JET, bus yang terbakar tersebut merupakan bus Mercedes-Benz dari Jerman dan bus Hino dari Jepang. Bayangkan, bus buatan Jerman yang terkenal kualitas internasional saja bisa kebakar. Ini membuktikan bahwa sebuah merk bus dapat terjadi musibah kapan saja dan dimana saja walaupun bus bermerk sekalipun.
Sumber : Google Image
Di gambar tersebut adalah penampakan TransJakarta yang terbakar pada rute Koridor1 dengan bus bus Hino buatan Jepang karoseri dalam negeri dan ada 1 peristiwa bus yang terbakar di blok M dengan bus bermesin Mercedes-Benz , sayangnya gambar tidak didapatkan karena berita tersebut sudah lama terjadi

Ingat yang ini? Bus Yutong yang terbakar di halte Al Azhar Jakarta Selatan saat sedang menaik-turun penumpang. Bus ini termasuk bus yang diimpor dari tiongkok dan dirakit di salah satu karoseri lokal di Jawa Tengah.

Kalo yang ini pasti masih inget dong hehe. Bus LRN-045 yang terbakar di halte Salemba UI beberapa waktu yang lalu. Bus ini memakai chasis bermerk Komodo (buatan Indonesia. gapercaya? cek http://arifh.blogdetik.com/komodo-bus-tempel-pertama-buatan-indonesia/ )

Kalau ini baru saja terjadi pada Siang hari ini. Bus Transjakarta yang dioperatori oleh perum Damri terbakar di Halte Stasiun Jatinegara. Bus ini bermerk inobus buatan PT INKA (gapercaya? cek http://www.inka.co.id/?page_id=46 )
Itulah beberpa kasus bus Transjakarta yang terbakar di berbagai tempat di Jakarta dan tentu saja dengan mesin bus yang berbeda satu sama lain. Lalu, siapakah yang berhak disalahkan atas peristiwa ini?
Terkait dengan hal ini, pihak-pihak yang terkait saling melempar tuduhan satu sama lain. Tidak ada yang mau disalahkan atas peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik pihak operator maupun pihak transjakarta sendiri. Lebih parahnya lagi, fenomena ini tak pernah dilaporkan ke Kepolisian ! (Baca :
Pemprov DKI Tak Pernah Lapor Penyebab Kebakaran Transjakarta ke Polisi )
Kalau dilihat dari artikel tersebut, kesimpulan sementara yang bisa diperoleh yaitu pihak transjakarta mau menyelesaikan permasalahan tersebut secara internal. Tetapi bisa jadi hal ini bertujuan untuk menyembunyikan "sesuatu" dari liputan media atau publik. Jika ada kasus Transjakarta yang kecelakaan seperti menabrak pemotor/kendaraan lain pengemudi langsung diamankan polisi. Lalu mengapa kasus seperti ini tidak dilibatkan Kepolisian untuk mencari penyelesaian nya?
Banyak juga masyarakat yang menilai bahwa yang terbakar adalah bus dari Tiongkok. Bukan hanya masyarakat, media pun juga salah persepsi tentang bus yang terbakar tersebut. Dikit-dikit keluar kalimat "Pasti Bus Cina yang Kebakar". Eits jangan asal tuduh. Transjakarta saat ini banyak memiliki bus dari berbagai merek. Saya sebutkan : ZhongTong, Ankai, Yutong, Daewoo, Komodo, HuangHai, Hino, Inobus, Mercedes-Benz, Scania. Merk yang berasal dari Eropa hanya Mercedes-Benz dan Scania, dan Merk rakitan dalam negeri adalah Komodo dan Inobus. Hino adalah merk dari Jepang. Jadi, lihat lah merk bus yang mengalami insiden baru berkomentar, jangan menjudge bus yang terbakar hanya bus yang dari Tiongkok !
Terus, siapa yang disalahkan? Nah ini adalah pertanyaan yang jawaban nya masih belum didapatkan. Sebenarnya sih sudah bisa ditebak, cuma terkadang kita orang awam dikambinghitamkan oleh Media Cetak/Televisi dan Media Sosial ! Belakangan ini pihak Transjakarta meminta tanggung jawab kepada operator dan kepada APM (Agen Pemegang Merk). Kalau untuk bus yang dikelola operator sih tidak masalah, bagaimana kalau dikelola oleh Transjakarta nya sendiri? Itu yang menjadi pertanyaan besar masyarakat kepada pihak Transjakarta.
Sebelumnya kita lihat cara membedakan bus mama yang dikelola operator dan dikelola oleh transjakarta langsung.
Lihat yang dilingkaran merah? Ya. Itu kode pada bus Transjakarta. Tertera di bus tersebut kode TJ-0187 yang artinya TJ : dikelola langsung PT TransJakarta dan 0187 : bus ke 187 yang dimiliki PT Transjakarta. Mengapa ditempel seperti ini? Agar jika ada sesuatu musibah/kecelakaan bisa lihat kode bus tersebut. Kode bus lainnya ( TB=TransBatavia, JTM=Jakarta Trans Metropolitan, JMT=Jakarta Mega Trans, PP=Primajasa , BMP = Bianglala Metropolitan, TMB=TransMayapada Bus, DMR = Perum Damri)
Jika terjadi kecelakaan, bisa lihat kode bus agar tahu siapa pengelola bus tersebut dan laporkan kepada pihak terkait. Balik lagi, belakangan ini saat ada bus berkode TJ yang terbakar (dikelola langsung Transjakarta) selalu minta tanggung jawab kepada APM. Dan beberapa hari terakhir saya melihat artikel tentang salah satu pihak APM yang membongkar apa yang sebenarnya terjadi. (Baca:
Zhongtong Buka-bukaan Penyebab Busnya Terbakar)
Kesimpulan sementara dari artikel yang saya baca tersebut bahwa ternyata dari Pihak TransJakarta memang agak malas merawat bus tersebut. Dirawatnya setelah mogok/terjadi insiden lainnya. Banyak saja alasan yang dikeluarkan dari pihak Transjakarta, seperti "ini masih periode garansi". Nggak ada salahnya sih, tapi yang menggunakan kan orang transjakarta nya juga, walaupun masih garansi emangnya nggak bisa diservis secara berkala? Nunggu musibah dateng dulu baru dibawa ke APM nya? Inilah yang menjadi penyakit di dalam pihak transjakarta yang sekira nya perlu dibenahi, nggak usah nyalah-nyalahin pihak lain. Introspeksi dari internal manajemen nya dulu, apakah ada kesalahan saat cek ringan bus-bus yang hendak beroperasi atau tidak, sekiranya tidak ada kesalah di internal baru bertanya ke pihak lain yang terkait dan ditindaklanjuti.
Sekian, maaf jika terlalu berbelit-belit :)
Sumber : Google Image, Akun Twitter @NaikUmum, @infobusway, @PrimajasaBusway , http://arifh.blogdetik.com/komodo-bus-tempel-pertama-buatan-indonesia/ , http://www.inka.co.id/?page_id=46
