Sabtu, 08 November 2014

Pemuda dan Sosialisasi

13 Oktober 2014


1.      Internalisasi Belajar dan Spesialisasi
A.     Pengertian Pemuda
Pemuda adalah suatu bagian dari kelompok masyarakat yang berusia sekitar 15-25 tahun. Pemuda merupakan generasi penerus suatu bangsa di masa yang akan datang. Para pemuda tersebut nantinya akan menggantikan para generasi tua yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa yang sebelumnya telah diperjuangkan oleh generasi tua dan tugas para pemuda masa kini lah yang akan meneruskan perjuangan tersebut dengan cara-cara tertentu.

B.      Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi merupakan suatu proses dimana seorang individu melakukan pendekatan/pembelajaran mengenai hal-hal disekitarnya. Proses ini berguna untuk membantu individu baru untuk mempelajari dan menghayati tentang bagaimana ia berfikir luas agar ia dapat berguna dikehidupan masyarakat. Selain itu, proses sosialisasi juga merupakan sebuah cara bagaimana seorang individu baru mempelajari kebiasaan –kebiasaan yang berlaku seperti norma-norma sosial, nilai-nilai, cara hidup yang terdapat dalam suatu lingkungan masyarakat.

C.      Internalisasi Belajar dan Sosialisasi

Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak hanya di bagian institusionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara norma-norma :
1. Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani dan bersih.
2. Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup

D.     Proses Sosialisasi
Dalam kehidupan bermsayarakat, proses sosialisasi terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya :
·         Tahap Persiapan , dimana seorang individu harus mempersiapkan diri untuk mengenali dunia sosialnya secara menyeluruh.
·         Tahap Meniru, dimana seorang individu semakin bisa meniru beberapa kebiasaan yang biasa dilakukan oleh orang dewasa lainnya.
·         Tahap Siap Bertindak, dimana peran seorang individu yang masih meniru kebiasaan orang lain kini mulai mengurang kebiasaan meniru nya dan menggantinya dengan kebiasaan yang menurut ia sangat cocok untuk dilakukan.
·         Tahap Penerimaan Norma Kolektif, dimana seorang induvidu telah dianggap orang yang telah dewasa dan dapat menempatkan posisi nya dalam kehidupan bermasyarakat.



E.      Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat
Umumnya, peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat sama dengan peranan sosial orang dewasa di masyarakat, hanya saja terdapat perbedaan pada kedudukan seorang individu tersebut. Namun, setelah mahasiswa telah lulus kuliah dan bekerja di suatu perusahaan, maka kedudukan mereka telah sama dengan orang dewasa pada umumnya.
Kini, peranan para pemuda mulai tergeser karena faktor-faktor luar. Hal ini dapat menyebabkan peranan para pemuda semakin pasif dikehidupan bermasyarakat. Jika dibiarkan begitu saja, maka peranan pemuda di kehidupan masyarakat semakin tidak ada artinya alias nihil.
2.      Pemuda dan Identitas
A.     Pola dasar Pembinaan dan Pengemban Generasi Muda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Hal ini bertujuan agar semua pihak yang berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan ini sebagai pedoman sehingga dalam pelaksanaannya dapat terarah dengan baik. Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
·       Landasan Idiil : Pancasila
·       Landasan Konstitusional : UUD 1945
·       Landasan Strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
·       Landasan Historis : Sumpah Pemuda (1928) dan Proklamasi Kemerdekaan (1945)
·       Landasan Normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang dilestarikan di masyarakat
Dalam hal ini, Pembinaan dan Pengembangan generasi muda menyangkut 2 pengertian pokok, yaitu :
·         Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
·         Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

B.      Masalah-masalah pada Generasi Muda
Berbagai masalah tentu saja ada dalam kehidupan, termasuk maslah pada generasi muda, diantaranya :
·         Menurunnya jiwa patriotisme, idealisme dan nasionalisme pada generasi muda
·         Kurangpastinya masa depan generasi muda masa kini
·         Belum seimbangnya jumlah generasi muda saat ini dengan fasilitas pendidikannya, baik formal maupun informal
·         Kurangnya lapangan pekerjaan dan makin tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda, biasanya hal ini terjadi setelah mereka lulus kuliah
·         Kurangnya gizi untuk menumbuhkan tingkat kecerdasan dan pertumbuhan pada generasi muda.
·         Masih dijumpai pernikahan dibawah umur
·         Seks bebas yang makin tidak terkendali
·         Meningkatnya kenakalan remaja
·         Belum adanya peraturan perundang-undangan khusus untuk generasi muda
C.      Potensi pada Generasi Muda
Banyak sekali potensi-potensi yang tertanam pada generasi muda dan hal ini perlu dikembangkan, diantaranya :
·         Idealisme dan daya kritis
·         Dinamika dan Kreativitas
·         Keberanian mengambil resiko
·         Optimis dan gairah semangat
·         Sikap kemandirian dan disiplin murni
·         Terdidik
·         Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
·         Sikap patriotisme dan nasionalisme
·         Sikap kesatria
·         Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi

D.     Tujuan Pokok Sosialisasi
·         Individu harus diberi ilmu pengetahuan / keterampilan yang dibutuhkan bagi kehiduannya kelak.
·         Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
·         Pengendalain fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan mawas diri yang tepat.
·         Bertingkah laku selaras dengan norma atau dengan tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok.
3.      Perguruan dan Pendidikan
A.     Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Dalam mengembangkan potensi generasi muda, sudah banyak hal yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, seperti pembinaan sedini mungkin yang difokuskan pada generasi muda tingkat SLTP/SLTA dengan mengadakan lomba karnya ilmiah tingkat nasional. Dan tidak sedikit kaum muda yang mengikuti bahkan tidak sedikit pula dari sekian banyak peserta tersebut yang membuat generasi tua kagum dengan hasil karya generasi muda tersebut.
Jika di tingkat perguruan tinggi, potensi mereka dikembangkan dengan bentuk praktikum di laboraturium atau praktek kerja lapangan. Jika semua pihak terkait serius untuk mengembangkan potensi generasi muda, maka tidak menutup kemungkinan nantinya generasi muda saat ini menjadi generasi emas pada tahun 2045 mendatang.
B.      Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah bimbingan  dalam mengembangkan potensi akademik maupun non akademik dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberi ilmu dan potensi lebih kepada generasi muda yang sedang dalam masa perkembangan. Hal ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan pendidikan, suatu bangsa dapat melahirkan bibit-bibit generasi muda yang mempunyai potensi yang unggul dan dapat meneruskan perjuangan generasi tua dalam pembangunan suatu bangsa.
Untuk tingkatan pendidikan, terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu tingkat dasar, tingkat menengah, tingkat atas dan tingkat perguruan tinggi.  Kita telah mengetahui sistem pendidikan di 3 tingkat pertama.
Perguruan tinggi adalah satuan penyelenggara pendidikan setelah sekolah tingkat atas dengan sebutan peserta didiknya adalah mahasiswa dan tenaga pendidiknya adalah dosen.

Alasan para generasi muda untuk berkesempatan mengenyam perguruan tinggi adalah agar memiliki pengetahuan yang lebih luas dikalangan masyarakat disekitarnya, mendapat proses sosialisasi terpanjang dan terencana, dapat menyatu dengan mahasiswa lain yang berasal dari suku dan etnis yang berbeda, dan mendapat keterampilan berorganisasi yang lebih baik. 

Sumber  : 
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36

https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/

http://aripsaputra.blogspot.com/2011/10/pengertian-sosialisasi-internalisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar