1. Internalisasi
Belajar dan Spesialisasi
A.
Pengertian Pemuda
Pemuda adalah suatu bagian dari kelompok
masyarakat yang berusia sekitar 15-25 tahun. Pemuda merupakan generasi penerus
suatu bangsa di masa yang akan datang. Para pemuda tersebut nantinya akan
menggantikan para generasi tua yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa
yang sebelumnya telah diperjuangkan oleh generasi tua dan tugas para pemuda
masa kini lah yang akan meneruskan perjuangan tersebut dengan cara-cara
tertentu.
B.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi
merupakan suatu proses dimana seorang individu melakukan
pendekatan/pembelajaran mengenai hal-hal disekitarnya. Proses ini berguna untuk
membantu individu baru untuk mempelajari dan menghayati tentang bagaimana ia
berfikir luas agar ia dapat berguna dikehidupan masyarakat. Selain itu, proses
sosialisasi juga merupakan sebuah cara bagaimana seorang individu baru
mempelajari kebiasaan –kebiasaan yang berlaku seperti norma-norma sosial,
nilai-nilai, cara hidup yang terdapat dalam suatu lingkungan masyarakat.
C.
Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak hanya di bagian institusionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara norma-norma :
1. Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani dan bersih.
2. Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup
D.
Proses Sosialisasi
Dalam
kehidupan bermsayarakat, proses sosialisasi terbagi menjadi beberapa bagian,
diantaranya :
·
Tahap Persiapan , dimana seorang individu harus
mempersiapkan diri untuk mengenali dunia sosialnya secara menyeluruh.
·
Tahap Meniru, dimana seorang individu semakin bisa meniru
beberapa kebiasaan yang biasa dilakukan oleh orang dewasa lainnya.
·
Tahap Siap Bertindak, dimana peran seorang individu yang masih
meniru kebiasaan orang lain kini mulai mengurang kebiasaan meniru nya dan
menggantinya dengan kebiasaan yang menurut ia sangat cocok untuk dilakukan.
·
Tahap Penerimaan Norma Kolektif, dimana seorang induvidu telah dianggap
orang yang telah dewasa dan dapat menempatkan posisi nya dalam kehidupan
bermasyarakat.
E.
Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat
Umumnya,
peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat sama dengan peranan sosial
orang dewasa di masyarakat, hanya saja terdapat perbedaan pada kedudukan
seorang individu tersebut. Namun, setelah mahasiswa telah lulus kuliah dan
bekerja di suatu perusahaan, maka kedudukan mereka telah sama dengan orang
dewasa pada umumnya.
Kini, peranan
para pemuda mulai tergeser karena faktor-faktor luar. Hal ini dapat menyebabkan
peranan para pemuda semakin pasif dikehidupan bermasyarakat. Jika dibiarkan
begitu saja, maka peranan pemuda di kehidupan masyarakat semakin tidak ada
artinya alias nihil.
2.
Pemuda dan Identitas
A.
Pola dasar Pembinaan dan Pengemban Generasi
Muda
Pola dasar
pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978
tanggal 28 oktober 1978. Hal ini bertujuan agar semua pihak yang berkepentingan dalam penanganannya
benar-benar menggunakan ini sebagai pedoman sehingga dalam pelaksanaannya dapat
terarah dengan baik. Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
·
Landasan Idiil : Pancasila
·
Landasan Konstitusional : UUD 1945
·
Landasan Strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
·
Landasan Historis : Sumpah Pemuda (1928) dan Proklamasi Kemerdekaan (1945)
·
Landasan Normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang dilestarikan
di masyarakat
Dalam hal
ini, Pembinaan dan Pengembangan generasi muda menyangkut 2 pengertian pokok,
yaitu :
·
Generasi
muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah
memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya
pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
·
Generasi
muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih
memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan
ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara
fungsional.
B.
Masalah-masalah pada Generasi Muda
Berbagai
masalah tentu saja ada dalam kehidupan, termasuk maslah pada generasi muda,
diantaranya :
·
Menurunnya jiwa patriotisme, idealisme dan nasionalisme pada generasi muda
·
Kurangpastinya masa depan generasi muda masa kini
·
Belum seimbangnya jumlah generasi muda saat ini dengan fasilitas
pendidikannya, baik formal maupun informal
·
Kurangnya lapangan pekerjaan dan makin tingginya tingkat pengangguran di
kalangan generasi muda, biasanya hal ini terjadi setelah mereka lulus kuliah
·
Kurangnya gizi untuk menumbuhkan tingkat kecerdasan dan pertumbuhan pada
generasi muda.
·
Masih dijumpai pernikahan dibawah umur
·
Seks bebas yang makin tidak terkendali
·
Meningkatnya kenakalan remaja
·
Belum adanya peraturan perundang-undangan khusus untuk generasi muda
C.
Potensi pada Generasi Muda
Banyak sekali
potensi-potensi yang tertanam pada generasi muda dan hal ini perlu
dikembangkan, diantaranya :
·
Idealisme dan daya kritis
·
Dinamika dan Kreativitas
·
Keberanian mengambil resiko
·
Optimis dan gairah semangat
·
Sikap kemandirian dan disiplin murni
·
Terdidik
·
Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
·
Sikap patriotisme dan nasionalisme
·
Sikap kesatria
·
Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
D.
Tujuan Pokok Sosialisasi
·
Individu harus diberi ilmu pengetahuan / keterampilan yang dibutuhkan bagi
kehiduannya kelak.
·
Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
·
Pengendalain fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan mawas
diri yang tepat.
·
Bertingkah laku selaras dengan norma atau dengan tata nilai dan kepercayaan
pokok yang ada pada lembaga atau kelompok.
3.
Perguruan dan Pendidikan
A.
Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Dalam mengembangkan
potensi generasi muda, sudah banyak hal yang dilakukan untuk mencapai target
tersebut, seperti pembinaan sedini mungkin yang difokuskan pada generasi muda
tingkat SLTP/SLTA dengan mengadakan lomba karnya ilmiah tingkat nasional. Dan tidak
sedikit kaum muda yang mengikuti bahkan tidak sedikit pula dari sekian banyak
peserta tersebut yang membuat generasi tua kagum dengan hasil karya generasi
muda tersebut.
Jika di
tingkat perguruan tinggi, potensi mereka dikembangkan dengan bentuk praktikum
di laboraturium atau praktek kerja lapangan. Jika semua pihak terkait serius
untuk mengembangkan potensi generasi muda, maka tidak menutup kemungkinan
nantinya generasi muda saat ini menjadi generasi emas pada tahun 2045
mendatang.
B.
Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah
bimbingan dalam mengembangkan potensi
akademik maupun non akademik dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan
untuk memberi ilmu dan potensi lebih kepada generasi muda yang sedang dalam
masa perkembangan. Hal ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan
pendidikan, suatu bangsa dapat melahirkan bibit-bibit generasi muda yang
mempunyai potensi yang unggul dan dapat meneruskan perjuangan generasi tua
dalam pembangunan suatu bangsa.
Untuk tingkatan
pendidikan, terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu tingkat dasar, tingkat
menengah, tingkat atas dan tingkat perguruan tinggi. Kita telah mengetahui sistem pendidikan di 3
tingkat pertama.
Perguruan
tinggi adalah satuan penyelenggara pendidikan setelah sekolah tingkat atas
dengan sebutan peserta didiknya adalah mahasiswa dan tenaga pendidiknya adalah
dosen.
Alasan para
generasi muda untuk berkesempatan mengenyam perguruan tinggi adalah agar
memiliki pengetahuan yang lebih luas dikalangan masyarakat disekitarnya, mendapat
proses sosialisasi terpanjang dan terencana, dapat menyatu dengan mahasiswa
lain yang berasal dari suku dan etnis yang berbeda, dan mendapat keterampilan berorganisasi
yang lebih baik.
Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/
http://aripsaputra.blogspot.com/2011/10/pengertian-sosialisasi-internalisasi.html
Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/peranan-sosial-pemuda-dalam-masyarakat/
http://aripsaputra.blogspot.com/2011/10/pengertian-sosialisasi-internalisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar