Sabtu, 08 November 2014

Individu, Keluarga dan Masyarakat

13 Oktober 2014

1.      Individu
A.                  Pengertian Individu
Individu berasal dari bahasa latin , “individuum” yang artinya “ yang tak terbagi”. Individu merupakan sebuah objek tunggal yang tidak dapat berbagi lagi, misalnya menyangkut kesatuan makhluk hidup yang paling kecil dan terbatas. Berarti individu tersebut menyatakan suatu makhluk hidup yang terdiri dari 1 makhluk dari spesies tersebut, misalnya seekor Kambing, seekor ayam, dll.

Dalam kehidupan manusia, individu berarti seseorang dari kumpulan masyarakat atau kumpulan penduduk suatu bangsa. Dalam kehidupan masyarakat, individu tidak hanya memiliki peran yang khas, tetapi juga memiliki sifat dan pola hidup yang berbeda dari individu lain dalam suatu ruang lingkup yang bernama masyarakat.

B.                  Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu proses dimana suatu individu mengalami perubahan ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa dari sebelumnya.  Dalam perngertian tentang pertumbuhan ini,  timbul beberapa pendapat yang berasal dari kelompok aliran yang berbeda, yakni dari aliran asosiasi,  psikologis Gestalt dan sosiologi.

Menurut kelompok yang beraliran asosiasi, pertumbuhan adalah  proses yang dilakukan secara bertahap yang dipengaruhi oleh pengalaman  atau empiris luar yang menimbulkan sensations maupun menimbulkan reflexionis.

Menurut kelompok yang beraliran psikologis Gestalt, pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal lingkungan disekitarnya.

Menurut kelompok yang beraliran sosiologi, pertumbuhan adalah proses sosialisasi dimana proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial yang tahap demi tahap akan disosialisasikan.

C.                  Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
Dalam proses pertumbuhan, tentu saja tidak lepas dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suatu proses pertumbuhan tersebut, diantaranya:
a.      Pendirian nativistik
Yaitu faktor pertumbuhan dimana dalam proses pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
b.      Pendirian Empristik dan Environmentalistik
Yaitu faktor pertumbuhan dimana proses pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan disekitar individu tersebut tinggal.


c.       Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Pertumbuhan individu dapat ditemtukan oleh interaksi antara dasar dan lingkungan.
d.      Tahap Pertumbuhan berdasarkan psikologi
·         Masa vital (0 – 2 tahun)
·         Masa Estetik ( 2 -7 tahun)
·         Masa Intelektual (7-14 tahun)
·         Masa Sosial (14-21 tahun)
2.      Keluarga
A.     Pengertian fungsi Keluarga
Di dalam kehidupan keluarga, sering kali kita menemui hal-hal yang harus diselesaikan bersama keluarga, karena hal-hal tersebut biasa disebt fungsi. Jadi, fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga yang bersangkutan.
B.      Macam-macam fungsi keluarga
a.      Fungsi biologis
Fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat melakukan persiapan perkawinan bagi anak-anaknya karena dengan proses perkawinan dapat terjadi proses kelangsungan keturunan.
b.      Fungsi pemeliharaan
Dalam kehidupan berkeluarga harus berusaha agar anggota keluarga tersebut terlindung dari berbagai gangguan, seperti gangguan udara (rumah), gangguan penyakit(obat-obatan)  dan gangguan dari bahaya (tembok, pagar rumah).
c.       Fungsi ekonomi
Disini, keluarga juga wajib berusaha agar anggota keluarganya dapat terpenuhi segala kebutuhannya, seperti kebutuhan sandang, kebutuhan pangan dan kebutuhan papan.
d.      Fungsi keagamaan
Keluarga mewajibkan mengajarkan nilai-nilai agama kepada anggota keluarganya agar dapat bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.
e.      Fungsi sosial
Dengan fungsi ini, keluarga dituntut untuk membekali anak-anaknya dengan nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat serta menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat secara langsung.



3.      Individu, Keluarga dan Masyarakat
a.      Pengertian keluarga
Keluarga adalah sekumpulan individu yang berawal dari ikatan pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dan memiliki keturunan secara sah yang tinggal di satu tempat yang sama. Anggota keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak-anaknya. Dalam kehidupan keluarga, mereka menjalani berbagai aktivitas secara bersama, baik aktivitas pribadi maupun aktivitas dalam bermasyarakat.
b.      Pengertian masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda dan tinggal dalam suatu wilayah dan salain bersosialisasi satu sama lain agar dapat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kelompok masyarakat dapat digolongkan mencjadi 2 golongan, yaitu :
a.      Masyarakat sederhana
b.      Masyarakat maju dibagi menjadi 2 :
·         Masyarakat non industri ( Kelompok Primer dan Kelompok Sekunder)
·         Masyarakat Industri, yaitu pengelompokkan masyarakat berdasarkan pembagia kerja
4.      Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
a.      Makna individu
Manusia adalah makhluk individu, makhluk yang tidak dapat dibagi lagi dan tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raga nya. Walaupun manusia satu dengan manusia lain adalah sama-sama individu yang tidak dapat dipisah jiwa dan raga nya, tetapi antar manusia memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda satu sama lain, seperti anak kembar. Secara fisik memang tidak berbeda jauh, tetapi yang membedakannya adalah sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing individu tersebut.
Untuk menjadi individu yang mandiri, individu tersebut harus melaksanakan proses yang berlaku di masyarakat yang diawali dalam kehidupan keluarga. Dalam kehidupan keluarga, seorang individu dibentuk dari segala aspek, mulai aspek bersosialisasi, aspek dalam beribadah, dll.  Proses tersebut dilakukan secara terus menerus sehingga individu tersebut bisa disebut individu yang mandiri dan dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.
b.      Makna keluarga
Keluarga adalah suatu kelompok kecil dalam lingkungan masyarakat. Dalam lingkungan keluarga ini, semua hal akan diajarkan dan diberikan sebelum terjun ke dalam lingkungan masyarakat sebagai individu yang mandiri. Dalam keluarga inilah segala hal yang akan diajarkan oleh orang tua kepada anak-ankanya, seperti norma-norma dalam bermasyarakat, cara bersosialisasi, cara untuk menjalani kehidupan bermasyarakat, dll. Jika sudah diajarkan dan individu dalam keluarga tersebut sudah dikatakan dengan individu yang mandiri, maka individu tersebut dapat terjun langsung di kehidupan bermasyarakat.
c.       Makna masyarakat
Individu yang berkumpul dengan individu lain dan membentuk suatu kelompok dengan jumlah anggota yang banyak disebut masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia tentu hidup dengan bantuan orang lain atau disebut juga dengan makhluk sosial. Jika manusia hidup tanpa bantuan orang lain, maka kehidupan bermasyarakat tidak akan terbentuk. Selama seorang individu membantu individu lain dalam hal-hal kebaikan, maka hubungan tersebut akan berjalan terus menerus. Begitulah kehidupan bermasyarakat terbentuk, mulai dari seorang individu yang membutuhkan bantuan orang lain untuk melanjutkan hidupnya hingga mereka melakukan hal tersebut ke individu lain maka dapat terbentuk suatu kelompok dari individu yang berbeda yang disebut dengan masyarakat.
5.      Urbanisasi
Urbanisasi adalah sebuah proses dimana suatu individu atau masyarakat yang berasal dari perdesaan pindah ke perkotaan dengan alasan tertentu. Biasanya, proses urbanisasi ini menimbulkan dampak negatif yang cukup banyak, diantaranya berkurangnya jumlah individu di perdesaan dan bertambah padatnya jumlah individu di perkotaan,
Proses urbanisasi dapat terjadi secara cepat maupun lambat, tergantung dari keadaan masyarakat yang bersangkutan, diantaranya :
a.      Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota
b.      Bertambahnya penduduk perkotaan yang berasal dari perdesaan.
Dalam urbanisasi, tentu saja ada alasan para penduduk desa memilih untuk pindah ke daerah perkotaan, salah satunya seperti upah kerja di perkotaan yang menjanjikan daripada di perdesaan. Hal inilah yang menjadi magnet tersendir bagi masyarakat perdesaan untuk memilih pindah ke kota.



 Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar