Senin, 17 Oktober 2016

Pengenalan Logical Agents & Metode Pencarian dan Pelacakan

Pengenalan Logical Agents

            Pada bab ini saya akan menjelaskan tentang Logical Agents. Pertama, pengertian Logic sendiri merupakan jantung dari program, para pemrogram mempunyai keyakinan bahwa sebuah computer dapat dibuat mengerti logika, maka computer dapat dibuat untuk berfikir, karena logika kelihatannya menjadi inti dari kecerdasan.

             Pada logical agents ini terdapat sebuah bahasa yang disebut sebagaiKnowledge Based Agent. Komponen utama dari knowledge based agent adalah knowledge basenya. Knowledge base (KB) adalah kumpulan representasi fakta tentang lingkungan atau dunia yang berhubungan atau menjadi daerah bekerjanya agen. Setiap representasi dalam KB disebut sebagai sebuah sentence yang diekspresikan dalam sebuah bahasa yakni knowledge representation language.

         Agent didalam dunia perangkat lunak, adalah suatu perangkat lunak/aplikasi yang mampu bekerja mandiri untuk menyelesaikan tugasnya.Salah satu contoh aplikasi agen yang terkenal dari dunia kecerdasan buatan adalah Wumpus World. Wumpus World atau Dunia Wumpus terdiri atas kotak-kotak mirip papan catur, di mana di situ terdapat sejumlah sumur Wumpus dan emas. Wumpus adalah seekor monster yang akan memakan si agent jika tertangkap. Untuk mengetahui apakah si agent mendekati sumur, Wumpus atau emas, maka agent bisa mendeteksi dari dunia kotak di sekitarnya.

            Logika pada umumnya (Logic In General), memiliki fungsi sebagai penguji kebenaran suatu databerdasarkan suatu syrat tertentu. Untuk lebih memahami tentang fungsi logika, maka kita akan mempelajari beberapa hal diantaranya: Operator relasi, Fungsi Logika IF,Fungsi IF dengan Dua Tes Logika, Fungsi IF Bercabang.


Metode Pencarian dan Pelacakan

        Pencarian dan pelacakan merupakan suatu hal penting dalam suatu sistem. Karena pencarian dan pelacakan ini adalah hal yang menentukan keberhasilan sistem tersebut. Pada dasarnya, metode pencarian dan pelacakan dibagi dua, yaitu Pencarian Buta (blind search) dan Pencarian Tersusun (heuristic search).

       Pertama saya akan membahas tentang Pencarian Buta (Blind Search). Pencarian Buta tidak mempunyai informasi awal dan di simpulkan berdasarkan urutan tertentu dan dibagi menjadi 2, yaitu :
  • Pencarian Melebar Pertama (breadth-search first)

Pencarian melebar pertama dilakukan dengan melakukan pencarian dengan cara mencari yang dilakukan dengan cara melebar dari node pertama hingga berlanjut kepada node di level selanjutnya. Dimulai pada node n, dan dilanjutkan n+1. Pencarian akan terus dilakukan dari akar kiri ke kanan hingga hasil ditemukan.

  • Pencarian Mendalam Pertama (depth-search first)

Pencarian metode ini melakukan pencarian pada semua node "anaknya" sebelum dilakukan pencarian ke node-node lain yang selevel. Pencarian dimulai dari node akar ke level yang lebih tinggi, dan proses terus diulang hingga solusi ditemukan. Keuntungan dari metode ini adalah menggunakan memori yang relatif kecil, dan jika pencarian tepat, akan menemukan solusi tanpa harus menguji lebih banyak node. Namun, metode ini tetap memiliki kelemahan, yaitu memungkinkan hasil tidak ditemukan, dan setiap 1 kali pencarian hanya akan menghasilkan satu solusi.
          
Kedua saya akan membahas tentang Pencarian Tersusun (heuristic search). Pencarian tersusun mempunyai informasi awal yang digunakan dalam proses pencarian. Heuristic search juga disimpulkan menjadi 2, yaitu :
  • Generate and test

Adalah gabungan dari pencarian depth first dengan pelacakan mundur. Nilai dari pengujian ini berupa "ya" atau "tidak". Pencarian ini memiliki beberapa algoritma, yaitu :
  1. Bangkitkan suatu kemungkinan solusi (membangkitkan suatu titik tertentu atau lintasan tertendu dari keadaan awal).
  2. Uji untuk melihat apakah node tersebut benar-benar merupakan solusinya dengancara membandingkan node tersebut atau node akhir dari suatu lintasan yang dipilih merupakan tujuan yang diharapkan.

  • Hill climbing

Metode ini hampir sama dengan generate and test, perbedaannya ada pada feedback dari prosedur test untuk pembangkitan keadaan berikutnya. Tes yang dilakukan berupa fungsi heuristik akan menunjukkan seberapa baik nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan lain yang memungkinkan.

Sumber : http://ilhamdwiantoro.blogspot.co.id/2016/10/bab-1-pengenalanintelegensi-buatan-kb.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar