Rabu, 15 April 2015

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

A. DILIHAT DARI PENDEKATAN KESUSASTRAAN
    Ilmu Budaya Dasar semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities.Istilah ini berhasal dari bahasa latin humanus,yang berati manusiawi, berbudaya, dan halus.

Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusian seperti seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti hal nya ilmu bahasa. Seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif. 
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. 
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama adalah karena sastra menggunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. 
Manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah yang mempermudahkan sastra untuk berkomunikasi. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan degan cerita orang lebih mudah mengungkapkan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.
B. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa

          Dalam Bahasa Indonesia, istilah prosa berarti cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, alur dan peristiwa.
Dalam kesusastraan indonesia tentu kita mengenal 2 jenis prosa, yaitu prosa lama dan prosa baru yang diantaranya memiliki bagian tersendiri, diantaranya:
a.  
          Prosa lama meliputi
1.    Dongeng-dongeng
2.    Hikayat
3.    Sejarah
4.    Epos
5.    Cerita Lelipur Lara
b.    
    Prosa baru meliputi
1.    Cerita pendek
2.    Roman/Novel
3.    Biografi
4.    Kisah
5.    Otobiografi

C. Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi

   Sebagai seni yang berpondasi cerita, pasti dan harus dalam karya sastranya mengandung nilai-nilai moral, pesan, dan berbagai cerita.

Adapun point-point yang dapat kita peroleh melalui membaca prosa, antara lain :
1.    Prosa fiksi memberikan rasa gembira atau senang
2.    Prosa fiksi memberikan suatu informasi didalamnya
3.    Prosa fiksi memberikan warisan budaya
4.    prosa dapat memberikan suatu penyesuaian wawasan.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Kedua macam karya sastra ini selalu menyampaikan masalah. Masalah ini disampaikan dengan jalan menyajikan interaksi tokoh-tokohnya yang mempunyai tempramen, pendirian dan kemauan yang berbeda satu sama lain.

D. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi

Puisi adalah eksperi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan dalam suatu rangkaian kata.

          Kepuitisan, keartistikan, atau keetestikaan sebuah puisi disebabkan oleh kreativitas sang kreator daripada puisi tersebut dari membangun puisi nya dengan menggunakan :

a.    Figur Bahasa (Majas Bahasa) seperti Personifikasi, Metafora, Hiperbola, dll sehingga puisi menjadi unik, segar, penuh makna dan menarik
b.    Kata-kata yang ambiquitas (makna Ganda, banyak tafsir)
c.    Kata-kata berjiwa (Sudah diberi suasana tertentu)
d.    Kata-kata konotatif (tambahan nilai rasa dan asosiasi tertentu)
e.    Pengulangan (identifikasi hal-hal yang dilukiskan)

Adapun alasan-alasan yang mendasaripenyajian puisi pada perkuiahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu :
1.    Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.    Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
3.    Puisi dan keinsyafan sosial



Tidak ada komentar:

Posting Komentar